Posts

Becoming Apoteker Puskesmas? Why Not !

Image
H ari kedua masih dalam pertemuan yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Hotel Marilyn Serpong. Pembicara yang dihadirkan dari Padang langsung berhasil menghadirkan pumping semangat untuk Apoteker. Beliau adalah Apoteker Hellen, Ketua Bidang Peningkatan Mutu Kefarmasian Hisfarkesmas Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Tak hanya itu saja, beliau juga menjabat sebagai Ketua Hisfarkesmas Pengurus daerah Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Sumatera Barat dan Koordinator Bidang Humas PD Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Pariaman. Riwayatnya sudah malang melintang sebagai narasumber Peningkatan Mutu Pelayanan Kefarmasian, Pemberian Informasi Obat (PIO) Konseling serta narasumber Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Pernah juga dinobatkan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Kota Pariaman ditahun 2014.  Paparan pertama beliau adalah tentang Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Puskesmas, yang bertujuan agar pelayanan farmasi di Puskes...

Catatan Dua Hari Di Marilyn : Day 1 Peningkatan Mutu Pelayanan Kefarmasian

Image
Selasa, 30 Oktober dimulai agenda pertemuan  yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengambil judul Pembekalan Tenaga Kesehatan di Kabupaten/Kota tentang Perizinan Apotek dan Toko Obat serta Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Focusly tentang pelayanan kefarmasian disarana sarana farmasi.  Pemaparan pertama disampaikan oleh Apoteker Apriandi yang menyampaikan tentang Peningkatan Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas dan Apotek. Salah satu paradigma sehat dalam rangka Pembangunan Indonesia sehat adalah dengan Penguatan Pelayanan Kesehatan dengan program peningkatan akses juga mutu pelayanan kesehatan. Dijadikan sebagai indikator tersebut adalah dengan adanya minimal satu puskesmas terakreditasi disetiap kecamatan dan rumah sakit yang terakreditasi di suatu Kabupaten/Kota. Sebuah keniscayaan yang berbarengan dengan akreditasi yaitu dilakukan peningkatan akses ke sarana prasarana kesehatan, peningkatan kompetensi Sumber ...

Kapan Kumaknai pagi?

Image
siapa peduli aku apalah aku tak bernama tapi aku bernyawa hilang bersama angin dan masa lalu semu semua, tak ada yg nyata semua fana dan tampak melelahkan aku terpatri sendiri bersama kata dan aksara tak ada pujangga yang balas aksara atau asmara aku lebam sendiri bersama perih dan jenuh yang melanda mengotori kalbu kapan aku bisa memaknai pagi?

Waiting for the Time

Image
Ya Rabb...berapa mentari terbit lagi harus aku temui berapa jauh lagi jarak yang ditempuh jenuh sudah...jemu sudah...lelah sudah... Aku sampai titik nadirku coba bertahan dan harus terus bertahan sampai aku temukan jalan.. Rabb...ridhoi... Sebelum kau ambil ruh dalam jasad ini...

jenuh

Image
Karena hujan selalu membawa kisah pilu itu ia tersimpan di awan gelap kelabu sampai titik jenuh ia jatuhi airnya ke bumi tanpa kata tanpa suara hanya ada dalam bentuk air mata dan scene penuh kepedihan anggapnya ia tak bernyawa lagi walau ia bernama

Fix

Image
Biar saja berserak serampangan memori itu biar puas dicaci masa lalu luka yang menganga tiada lagi penawarnya sedikitpun tiada hiduplah dengan hidupmu jangan jadi bayang semu menjelma pilu dan sedu sedan karena waktu terlalu berharga terbuang sia bayangmu kehilangan makna tanpa arti

Mati rasa

Image
Ada jasad yang terbujur kaku karena merasa tak diberi hati Ada jasad yang terbujur kaku meratapi rindu yang menghunus lurus Kita sedang bertahan dalam ikatan Onak dan duri harus diterjang Tak peduli rasa, air mata bahkan darah sebagai saksi Hingga terkadang mati rasa Hanya ada satu jalan, bertahanlah... karna IA selalu ada bersama dengan yang sabar...