Posts

Monolog

Aku hanya bisa bicara padanya lewat kata dan aksara seolah terbentang dua alam aku hanya bisa pandangi namanya seolah hanya melihatnya pada nisan aku bicara sendiri pada siang dan juga malam karna aku tak mengharapkan jawaban hanya kenangan yang coba untuk dihilangkan dan meyakinkan bahwa ia tiada sudah tinggal nama

merindu mentari

Dan ia tetap menjadi matahari sinarnya saja yang tak nampak dimalam hari tapi sejatinya, tanpanya bulan tak bercahaya siang ia tampakkan dirinya sedang malam ia tak hilang, hanya berwujud dalam sinar lainnya seribu tahun sepertinya aku akan mengaguminya Tapi ia terlalu jauh untuk.digapai

life o life

Life o life its such on roller coaster sometimes up n sometimes down hidup dan kehidupan ada didalamnya bagai dalam rollercoaster kadang ada dibawah kadang berada diatas kadang senang kadang tegang kadang ada takut yang menyeruak its still running around kendatinya jantung sudah berdegup kencang dan suara parau karna berteriak lantang keretanya tak kan berhenti sampai batas waktu tertentu thats such a life Apa yang kita perbuat saat inilah yang akan jadi penentu selanjutnya Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari terkadang hidup terlalu misteri untuk dipecahkan, ia tak tertebak atau aku saja yang tidak belajar dan mengambil hikmah dari kisah kisah rasul, para sahabat dan salafusholih jika menilik kisah kisah luar biasa para tokoh, pastilah mereka orang-orang luar biasa yang punya mimpi, mimpi yang  tak sekedar dalam angan tapi mimpi yang diperjuangkan agar menjadi kenyataan esok hari. hanya satu yang dituju mewuju...

Do not only think about Move

semuak muaknya aku, sungguh waktu ini mengharuskan aku bertahan disana, untuk entah untuk waktu yang sementara atau selamanya... Tiap butiran air ciptaannya jatuh sesuai hendak-Nya, doa itu saja yang aku bisikkan.. berharap bahkan sangat berharap aku bisa tinggalkannya... tapi terbesit tanya, benarkah doaku? atau cukup aku berdoa IA berikan yang terbaik menurut-Nya Hamba hampa yaa Rabb.. Tunjuki jalan yang lurus agar lega hati dirasa hati dan raga tak rapuh jua

Menunda Perih

ternyata pernah ada luka berbalut tanya nyatanya aku baru sadarinya melalui tatap matanya akukah saja yang merasa atau memang ia juga rasa aliran darah kita yang sama campakkan mimpi hati aku baru rasa bahwa aku pernah luka lewat tatap matanya walau lisannya tak berkata abai, campak dan lupakan karna terlalu indah untuk dikenang...

Tanya Hati

lisannya tak berkata apa apa tapi tatapannya berbicara ia seakan bertanya, apa rasa saat lampau tatapkupun bertanya hal yang sama entah harus diratapi atau disimpan rapi kenangan bersamanya habiskan waktu berbagi cerita dan hikmah yang bisa lembutkan hati tapi, ia pergi begitu saja tanpa tanya tanpa kata-kata dan tampak tiada kisah dan cerita setiap pertemuan yang diselingi jeda belasan purnama matanya slalu saja penuh tanya akupun begitu tapi tak satu aksarapun terlontar hanya tanya kiasan sepantasnya Apa yang ada dalam hatimu dan rasamu saat itu... Jakarta, 301218

Merindu Mentari

Image
Jika ada kata dalam bentuk bilangan, itulah yang akan aku tuliskan Untuk tuntaskan rinduku padamu Tak sanggup diurai dalam kata dan tak dapat dibilang dengan angka Hanya sinarnya saja menjadi saksinya Mentari, kamu masih saja dalam bentuk dan wujudmu yang dulu Hanya tetap diam bersama angkuhmu Salah jika hujan sampaikan rindu padamu dan pelangi sampaikan crita indah padamu Jika ada kata dalam bentuk bilangan Begitulah rinduku yang tak tersampaikan padamu Tak mampu diungkap dalam kata dan angka Karena ia tak berbilang...